Bilangan kuantum
1 . Identitas :
- Nama Guru : Desi Amalia, S. Pd, Gr.
- Mata Pelajaran : Kimia
- Hari / Tanggal : Senin/21 September 2026
- Fase/Kelas : F/ XI F4
- Materi : Bilangan kuantum
- Pertemuan : Minggu Ke 11
Peserta didik mampu mengidentifikasi konfigurasi elektron dan kecenderungan atom mencapai kestabilan, menjelaskan proses pembentukan ikatan ion, kovalen, dan logam berdasarkan konfigurasi elektron, menentukan struktur Lewis, bentuk molekul, dan kepolaran molekul menggunakan teori VSEPR, menjelaskan berbagai gaya antarmolekul serta pengaruhnya terhadap sifat zat, dan menghubungkan jenis ikatan serta gaya antarmolekul dengan sifat fisik berbagai senyawa dalam kehidupan sehari-hari dan bidang industri. |
Peserta didik mampu: 1. Menjelaskan pengertian dan fungsi 4 jenis bilangan kuantum. 2. Menentukan nilai bilangan kuantum utama yang di diperbolehkan dan yang terlarang. 3. Menentukan keempat bilangan kuantum untuk elektron terakhir suatu atom/ion 4. Menentukan konfigurasi elektron berdasarkan diagram orbital |
4. Alur Tujuan Pembelajaran :
a. Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar :
Pada tahap ini peserta didik mampu Menjelaskan makna bilangan kuantum utama (n ), azimut ( l ), mgnetik (m ), spin ( s )
b. Materi Pokok : Bilangan kuantum
c. Indikator Ketercapaian :
1. Menjelaskan makna bilangan kuantum utama (n ), azimut ( l ), mgnetik (m ), spin ( s )
2. Menentukan jenis subkulit ( spdf) dari nilai l.
3. Menentukan bentuk orbital dan nilai orientasi nya dari nilai l dan m
4. Menetukan arah rotasi elektron dari nilai s ( +1/2 ) dan (-1/2)
5. Menentukan keempat bilangan kuantum untuk elektron terakhir dari suatu unsur.
5. Materi :
a. Apersepsi :
Assalammualaikum semua nya anak-anak soleh solehah...
- Secara spesifik dan harfiah, istilah bilangan kuantum (konsep mekanika kuantum dalam ilmu kimia dan fisika modern mengenai tingkat energi atau kulit elektron) tidak disebutkan secara langsung di dalam Al-Quran. [1, 2]Namun, dalam studi penafsiran sains (isyarat ilmiah/tafsir ilmi), para penulis dan akademisi sering mengaitkan konsep struktur atom, orbit, serta keteraturan partikel sekecil zarrah dengan beberapa ayat Al-Quran sebagai bentuk kekuasaan Allah yang menciptakan hukum alam yang sangat presisi.
- QS. Yunus Ayat 61
"...Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom/partikel terkecil) di bumi ataupun di langit, tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam Kitab yang nyata."
- Kaitan Ilmiah: Kata zarrah sering diidentifikasikan oleh sebagian mufassir kontemporer sebagai atom atau bagian terkecil penyusun materi, yang di dalamnya terdapat sistem teratur seperti elektron, proton, dan lintasan energi (bilangan kuantum utama/n)
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya beredar di dalam garis edarnya."
- Kaitan Ilmiah: Keteraturan garis edar (orbit) benda langit sering dianalogikan secara mikrokosmos dengan pergerakan elektron mengelilingi inti atom pada tingkat energi tertentu.
- Semua elektron berpasangan dengan spin berlawanan (↑↓).
- Dua elektron berpasangan (↑↓) dan satu elektron tunggal.
- Ketiga elektron tidak berpasangan dengan spin paralel (↑↑↑).
- Satu elektron spin up (+½) dan dua elektron spin down (–½).
- Semua elektron spin down (↓↓↓).
- n = 2, ℓ = 1, mℓ = 0, ms = –½
- n = 2, ℓ = 1, mℓ = +1, ms = +½
- n = 1, ℓ = 0, mℓ = 0, ms = +½
- n = 2, ℓ = 2, mℓ = 0, ms = +½
- n = 2, ℓ = 1, mℓ = –2, ms = +½
- Elektron selalu mengisi orbital dengan spin paralel meskipun tidak stabil
- Beberapa atom seperti Cr dan Cu mengisi subkulit d secara tidak lengkap untuk mencapai stabilitas
- Aturan Hund tidak pernah memiliki pengecualian
- Penyimpangan hanya terjadi pada gas mulia
- Semua unsur transisi selalu mengikuti aturan Hund secara ketat
- Orbital s
- Orbital p
- Orbital d
- Orbital f
- Tidak mungkin ada orbital dengan mℓ = +2









Komentar
Posting Komentar