Titrasi asam basa

 1 . Identitas :

  • Nama Guru       : Desi Amalia, S. Pd, Gr.
  • Mata Pelajaran  : Kimia
  • Kelas                 : XI A2, A3, A5
  • Pertemuan         : Minggu Ke 10
2. Tujuan Pembelajaran : Peserta didik diharapkan 
  • Mendeskripsikan prinsip titrasi asam basa berdasarkan metode titrasi netralisasi
  • Penerapan titrasi dalam penentuan kadar suatu zat
3. Materi :  Titrasi Asam Basa

Assalammualaikum semua nya anak-anak soleh solehah...
Bagaimana kabarnya hari ini? semoga selalu diberikan kesehatan dan dilindungi oleh ALLAH SWT, Aamiin..

Untuk 1 minggu kedepan , kita melaksannakan pembelajaran secara daring yaaa.. jadi dimohonkan keseriusan nya didalam pembelajaran daring ini..

Minggu kemarin kita sudah mempelajari tentang cara menghitung konsentrasi H+ dan OH- , serta menghitung pH larutan asam basa..

Jadi untuk pertemuan hari ini, kita akan melanjutkan pembelajaran dengan materi baru yang masih berhubungan dengan asam dan basa..untuk pembelajaran nya kita lakukan di grup Kelas masing-masing / zoom class











Contoh : Seseorang siswa melakukan percobaan titrasi asam-basa untuk menentukan konsentrasi asam asetat CH3COOH dalam cuka dapur 100 mL. Larutan cuka yang dituangkan ke dalam labu ukur sebanyak 10 mL diencerkan menjadi 100 mL.

Kemudian dari labu ukur diambil sebanyak 20 mL dan dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Adapun indikator asam-basanya adalah fenolftalein. Warna larutan CH3COOH berubah warna dari bening menjadi merah muda tepat ketika volume NaOH yang dikucurkan adalah 6 ml. Tentukan konsentrasi dan kadar asam asetat CH3COOH tersebut dalam cuka dapur ! (ρ CH3COOH = 1,049 g/cm3)

Penyelesaian :

Diketahui :

-    V larutan cuka dapur dalam kemasan = 100 mL

- V larutan cuka yang diambil  = 10 mL (kemudian diencerkan menjadi 100 mL)

- V larutan cuka yang akan dititrasi = 20 mL (diambil dari 100 ml larutan cuka yang telah diencerkan)

- M NaOH = 0,1 M - V  NaOH = 6 mL

 

Ditanya : Kadar asam asetat CH3COOH ?

 

Jawab :

·       Konsentrasi asam cuka yang dititrasi :

Va   x   Ma x val. asam =    Vb x Mb x val. basa

20 mL  x  Ma x 1 =   6 mL   x   0,1 M  x   1

20 mL  x  Ma  =   0,6 mL M

Ma  =   0,6 mL M/20mL

Ma  =   0,03 M (konsentrasi setelah pengenceran atau M2)

 

·       Konsentrasi sebelum pengenceran (M1):

V1 x  M1 =               V2  x   M2

10 mL x M1 =               100 mL  x  0,03 M

M1    =               100 mL x 0,03 M/10 mL

M1    =               0,3 M (Konsentrasi cuka dalam kemasan)

 

·       Massa asam asetat dalam kemasan cuka dapur :

M = mol/v (liter) = (massa/Mr) x (1000/mL)

0,3 M = (massa/60) x (1000/100)

Massa = 1,8 gram

 

·       Kadar asam asetat dalam cuka dapur :

Kadar zat (%) =  (massa zat terlarut/ massa larutan) x 100 %

Massa larutan  = volume larutan x massa jenis larutan = 100 ml x 1,049 = 104,9 gram

Maka kadar asam asetat = (1,8gr/104,9gr) x 100%

= 1,71 %

Setelah Ananda perhatikan contoh di atas, maka dapat dilihat bahwa untuk menemukan ukuran kandungan asam dalam bentuk kemolaran berdasarkan data persen volume yang tercantum pada botol kemasan asam cuka, maka dibutuhkan larutan basa yang sudah diketahui molaritasnya dan indikator asam basa dengan metode titrasi.


4. Asesment : 

Kerjakan soal dibawah ini :

Misalkan pada percobaan di bawah ini didapat data sebagai berikut:

No

Volume HCl (mL)

Volume NaOH (mL)

Mula-mula

Akhir Titrasi

1

20

50

38,35

2

20

38,

35 26,75

3

20

26,75

15,14


Berdasarkan data hasil titrasi HCl dengan NaOH 0,1 M di atas, 
Hitunglah konsentrasi HCl sesuai langkah-langkah pada contoh soal .

untuk latihan nya kita bahas melalui diskusi di grup kelas, dan video call.  yang menjawb tercepat dapat nilai tamabhan 100 dari ibu yaaa..

5. REfleksi :
----------------------selamat mengerjakan----------------------------------------------------------------------






 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi-kisi sts kimia

KISI-KISI STS KIMIA KELAS XI

kisi -kisI SAT KIMIA kelas X