Termokimia

  1 . Identitas :

  • Nama Guru       : Desi Amalia, S. Pd, Gr.
  • Mata Pelajaran  : Kimia
  • Hari / Tanggal   : Senin /12 Oktober 2026
  • Fase/Kelas         : F/ XI F. A4
  • Materi                : Termokimia
  • Pertemuan         : Minggu Ke 14
2. Capaian Pembelajaran :
     

Peserta didik mampu mengidentifikasi konsep dasar termokimia meliputi sistem, lingkungan, perpindahan kalor, serta reaksi eksoterm dan endoterm, menjelaskan konsep perubahan entalpi dan hubungannya dengan energi reaksi, menghitung kalor reaksi berdasarkan data hasil percobaan kalorimetri, menggunakan Hukum Hess dan data energi ikatan untuk menentukan perubahan entalpi reaksi, serta menganalisis perubahan energi pada suatu reaksi kimia berdasarkan data eksperimen dan representasi energi dalam kehidupan sehari-hari dan bidang industri.


3. Tujuan Pembelajaran :
 

Peserta didik mampu:

1.mengidentifikasi  konsep dasar termokimia meliputi sistem, lingkungan, perpindahan kalor, serta reaksi eksoterm dan endoterm.

2.  menjelaskan konsep perubahan entalpi dan hubungannya dengan energi reaksi dengan benar minimal 80

3. menghitung kalor reaksi berdasarkan data hasil percobaan kalorimetri

4. mampu menggunakan Hukum Hess dan data energi ikatan untuk menentukan perubahan entalpi reaksi.

5. mampu menganalisis perubahan energi pada suatu reaksi kimia berdasarkan data eksperimen dan representasi energi  dengan benar.

 4. Alur Tujuan Pembelajaran :

a. Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar  :

Pada tahap ini peserta didik mampu  

Melalui pengamatan demonstrasi sederhana, video animasi, dan diskusi kelas, peserta didik mampu mengidentifikasi konsep dasar termokimia meliputi sistem, lingkungan, perpindahan kalor, serta reaksi eksoterm dan endoterm dengan benar minimal.

b. Materi Pokok : Termokimia, Perubahan Entalpi, Kalor reaksi,  Hukum Hess, energi ikatan, 

c. Indikator Ketercapaian : 

1.mengidentifikasi  konsep dasar termokimia meliputi sistem, lingkungan, perpindahan kalor, serta reaksi eksoterm dan endoterm.

2.  menjelaskan konsep perubahan entalpi dan hubungannya dengan energi reaksi dengan benar minimal 80

3. menghitung kalor reaksi berdasarkan data hasil percobaan kalorimetri

4. mampu menggunakan Hukum Hess dan data energi ikatan untuk menentukan perubahan entalpi reaksi.

5. mampu menganalisis perubahan energi pada suatu reaksi kimia berdasarkan data eksperimen dan representasi energi  dengan benar.

 5.  Materi  :

      a. Apersepsi  :

         Assalammualaikum semua nya anak-anak soleh solehah...

Bagaimana kabarnya hari ini? semoga selalu diberikan kesehatan dan dilindungi oleh ALLAH SWT, Aamiin..

bagaimana hasil STS kimia nya nak.. semoga hasil yang diingin sesuai dengan pencapaian kalian ya nak...aamiin yaa ALLAH...
Hari ini kita akan melanjutkan materi kita hari ini yaitu tentang Termokimia.

Berikut adalah ayat Al-Qur'an pilihan yang berkenaan dengan materi termokimia, semoga dengan pembacaan ayat suci al-quran di awal pembelajaran materi ini , kita sebagai manusia yang sangat kecil di mata ALLAH ini, kita dapat selalu mengingat kebesaran dan keagungan ALLAH SWT. Sehingga kita akan selalu semakin tunduk, dan istiqomah dalam melaksanakan ibadah serta menuntut ilmu dengan setinggi-tingginya. 

Tadabur Al-Qur'an

ۨالَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ

Alladzī ja‘ala lakum minasy-syajaril-akhḍari nārā(n), fa'iżā antum minhu tūqidūn(a).

Artinya: "(Dialah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau. Kemudian, seketika itu kamu menyalakan (api) darinya." (QS. Yasin/36:80)

Kaitan dengan materi: Ayat ini menggambarkan bagaimana Allah SWT menciptakan energi (dalam bentuk api/kalor) yang dapat dilepaskan dari suatu bahan, sejalan dengan konsep reaksi eksoterm yang melepaskan kalor dari sistem ke lingkungan
Berikut ini adalah latihan materi nya, 

KONSEP DASAR TERMOKIMIA

1.       Apakah kamu pernah bertanya-tanya, kenapa tubuh kita bisa tetap hangat meski cuaca dingin? Atau kenapa es batu di minuman dingin yang kita beli perlahan meleleh? Nah, kedua fenomena tersebut adalah contoh dari ilmu termokimia.

Di artikel ini, kita akan bahas secara lengkap mengenai konsep termokimia. Mulai dari pengertian termokimia, persamaan termokimia, konsep dari perubahan entalpi, sampai mengenal alat-alat yang bisa mengukur kalor (panas) dalam reaksi termokimia, yaitu kalorimeter. Silahkan disimak ya nak....

Apa itu Termokimia?

Dalam belajar kimia, pasti kita sering menganalisis suatu reaksi. Nah, rekasi kimia ini, erat kaitannya dengan perubahan energi. Oleh karena itu, memahami materi termokimia sangatlah penting.

termokimia itu apa sih? Termokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan energi dalam bentuk panas dari suatu reaksi kimia.

Lebih jelasnya seperti ini, setiap zat, baik itu gas, cairan, maupun padatan, memiliki energi yang tersimpan di dalamnya. Saat zat-zat tersebut bereaksi, energi tersebut bisa dilepaskan atau diserap, tergantung jenis reaksinya. Nah, perubahan energi ini biasanya berupa panas. 

Contoh Termokimia dalam Kehidupan

Fenomena termokimia itu banyak kita temui di sekitar kita, loh! Contohnya seperti yang sudah disampaikan di atas, yaitu tubuh yang tetap hangat meski kita berada dalam cuaca dingin, dan es yang meleleh. Kamu tau nggak alasannya kenapa?

Saat cuaca dingin, terkadang tubuh kita tetap hangat. Hal ini bisa terjadi karena proses metabolisme yang menghasilkan panas sebagai produk sampingan. Ketika kita banyak melakukan aktivitas, metabolisme akan meningkat dan menghasilkan lebih banyak energi panas.

Kalo contoh kasus yang kedua, proses pencairan es terjadi karena es menyerap panas dari minuman di sekitarnya, atau dari luar gelas. Panas yang diserap oleh es digunakan untuk mengubah wujudnya dari padat menjadi cair. Inilah yang menyebabkan minuman kamu terasa lebih dingin.


Es mencair akibat panas dari medium di sekelilingnya. (Sumber: Giphy.com)


 

Persamaan Termokimia

Untuk melihat hubungan antara reaksi kimia dan panas yang terlibat dengan lebih nyata, kita bisa menggunakan persamaan termokimia. Persamaan ini menunjukkan bagaimana energi panas berhubungan dengan reaktan (zat-zat yang bereaksi) dan produk dalam suatu reaksi.

Contoh persamaan termokimia, kita bisa lihat pada reaksi pembakaran gas metana (CH₄) di udara, seperti di bawah ini:

 

CH4 (g)  + 2 O2 (g)   → CO2 (g) + 2 H2O (l) (Δ𝐻= −890 kJ/mol)

 

Δ𝐻 disini adalah perubahan entalpi, yang menunjukkan apakah suatu reaksi menyerap atau melepaskan panas.

Besar Δ𝐻 yang bernilai negatif menunjukkan reaksi tersebut adalah eksoterm, yaitu reaksi yang melepaskan panas. Jadi, setiap satu mol gas metana yang dibakar akan melepaskan 890 kJ energi dalam bentuk panas.

Sebaliknya, jika Δ𝐻 dari suatu reaksi bernilai positif menunjukkan reaksi tersebut adalah reaksi endoterm atau reaksi yang menyerap panas. 

Perubahan Entalpi (ΔH)

Nah, sejauh ini mungkin kalian bertanya-tanya ya, entalpi itu apa sih? 

Entalpi adalah total energi dalam suatu sistem pada tekanan tetap, termasuk energi panas. Namun, kita tahu juga nih kalo pada “Hukum Kekekalan Energi”, menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat diubah dari bentuk energi satu menjadi bentuk energi yang lain.

Jadi, yang dapat diukur hanyalah perubahan energi (ΔE). Demikian juga halnya dengan entalpi, entalpi tidak dapat diukur, kita hanya dapat mengukur perubahan entalpi (ΔH). Perubahan entalpi adalah total entalpi dari berlangsungnya suatu reaksi hingga menjadi produk.     

Rumus perubahan entalpi adalah:

 

Δ𝐻 = 𝐻produk − 𝐻reaktan

 

Jika: 

  • ΔH bernilai negatif, artinya reaksi eksoterm dan panas dilepaskan dari sistem ke lingkungan.
  • ΔH bernilai positif, artinya reaksi endoterm dan panas diserap dari lingkungan ke sistem.

 

lustrasi rumus perubahan entalpi

 

Lalu, sistem dan lingkungan termokimia maksudnya seperti apa sih? Sistem adalah reaktan dan produknya. Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar reaktan dan produknya. Ilustrasinya seperti di bawah ini.

ilustrasi sistem dan lingkungan termokimia

 

Kalorimeter


Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (panas) yang dilepaskan atau diserap selama suatu reaksi kimia berlangsung.

Kalorimeter, seperti gambar yang dapat kamu lihat di bawah ini, terdiri dari wadah isolasi yang dirancang agar panas dari reaksi tidak keluar, sehingga pengukuran kalor bisa dilakukan secara akurat.

gambar kalorimeter

Gambar Kalorimeter.

 

Kalorimeter terbagi menjadi dua jenis, yaitu kalorimeter bom dan kalorimeter sederhana. Kalorimeter bom adalah wadah logam tertutup tempat berlangsungnya reaksi, yang biasanya digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang dilepaskan saat pembakaran sempurna.

Sedangkan, kalorimeter sederhana atau biasa merupakan wadah yang diisolasi secara termal yang dapat dibuat dari wadah atau gelas yang sifatnya isolator (tidak menghantarkan panas).

Untuk mengetahui besar kalori dari suatu reaksi, kamu bisa menggunakan rumus kalorimeter di bawah ini.

Jika menggunakan rumus kalorimeter bom, caranya sebagai berikut:

 

Qreaksi = – (Qkalorimeter + Qair)

Qkalorimeter = Ckalorimeter × ∆T

 

Lalu, untuk rumus kalorimeter sederhana adalah sebagai berikut.

 

Qreaksi = – (Qkalorimeter + Qlarutan)

 

atau

Qreaksi = – Qlarutan

Qreaksi = m × c × ∆T

 

Keterangan:

Qreaksi = kalor reaksi (J atau KJ)

m = massa (g atau kg)

c = kalor jenis (J/g°C atau K/kg K)

Ckalorimeter  = kapasitas kalor pada kalorimeter (J°C-1 atau JK-1)

∆T = perubahan suhu (°C atau K)

 

Contoh Soal Cara Menghitung Perubahan Entalpi

Agar lebih paham tentang materi termokimia, mari kita coba kerjakan contoh soal termokimia berikut.

Berapa perubahan entalpi dari reaksi pembakaran 2 mol metana (CH₄)? Jika ΔH untuk reaksi pembakaran 1 mol metana adalah -890 kJ/mol.

Penyelesaiannya sebagai berikut:

Diketahui ΔH pembakaran 1 mol metana adalah -890 kJ/mol. Maka, untuk 2 mol metana:

ΔHtotal = 2 × (−890 kJ/mol) = −1.780kJ

Artinya, untuk membakar 2 mol metana, akan dilepaskan 1.780 kJ energi panas. Ini adalah contoh reaksi eksoterm, di mana panas dilepaskan selama proses pembakaran.

—

Bagaimana, apakah kamu sudah cukup paham dengan materi termokimia di atas?

Termokimia bukan hanya sekadar teori yang ada di buku teks, melainkan ilmu yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep termokimia bisa membantu kamu memahami bagaimana panas dan energi bekerja dalam reaksi kimia.

6. Asesment : -
     
    

No.

Soal

Pilihan Jawaban

Jawaban

1

Bagian dari alam semesta yang menjadi pusat pengamatan dalam suatu reaksi kimia disebut ....

A. Lingkungan

B. Sistem

C. Entalpi

D. Kalorimeter

E. Reaktan


2

Segala sesuatu di luar sistem yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh sistem disebut ....

A. Sistem terbuka

B. Lingkungan

C. Entalpi

D. Kalor jenis

E. Reaksi netralisasi


3

Sistem yang dapat mempertukarkan materi maupun energi dengan lingkungan disebut sistem ....

A. Tertutup

B. Terisolasi

C. Terbuka

D. Homogen

E. Heterogen


4

Sistem yang hanya dapat mempertukarkan energi tetapi tidak dapat mempertukarkan materi dengan lingkungan disebut sistem ....

A. Terbuka

B. Tertutup

C. Terisolasi

D. Adiabatik sempurna

E. Homogen


5

Reaksi yang melepaskan kalor dari sistem ke lingkungan sehingga suhu lingkungan naik disebut reaksi ....

A. Endoterm

B. Eksoterm

C. Netralisasi

D. Adisi

E. Substitusi


6

Reaksi yang menyerap kalor dari lingkungan ke sistem sehingga suhu lingkungan turun disebut reaksi ....

A. Eksoterm

B. Endoterm

C. Eksplosif

D. Katalitik

E. Reversibel


7

Lambang yang digunakan untuk menyatakan besarnya perubahan entalpi suatu reaksi adalah ....

A. q

B. ΔH

C. c

D. Ea

E. K


8

Pada reaksi eksoterm, nilai perubahan entalpi (ΔH) bertanda ....

A. Positif

B. Negatif

C. Nol

D. Tidak tentu

E. Selalu besar


9

Pada reaksi endoterm, nilai perubahan entalpi (ΔH) bertanda ....

A. Negatif

B. Nol

C. Positif

D. Tidak dapat ditentukan

E. Selalu kecil


10

Perubahan entalpi yang menyertai pembentukan 1 mol senyawa langsung dari unsur-unsur pembentuknya pada keadaan standar disebut ....

A. Entalpi pembakaran standar

B. Entalpi penguraian standar

C. Entalpi pembentukan standar

D. Entalpi netralisasi

E. Entalpi peleburan


11

Alat sederhana yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang menyertai suatu reaksi kimia disebut ....

A. Spektrofotometer

B. Kalorimeter

C. Barometer

D. Higrometer

E. Piknometer


12

Rumus yang digunakan untuk menghitung kalor reaksi berdasarkan data kalorimetri adalah ....

A. q = m/c.ΔT

B. q = m . c . ΔT

C. q = c/m.ΔT

D. q = ΔT/m.c

E. q = m . ΔT / c


13

Hukum yang menyatakan bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir, tidak bergantung pada jalur reaksi, disebut ....

A. Hukum Boyle

B. Hukum Hess

C. Hukum Charles

D. Hukum Avogadro

E. Hukum Dalton


14

Energi yang diperlukan untuk memutuskan satu mol ikatan kimia tertentu dalam keadaan gas disebut ....

A. Energi ionisasi

B. Energi ikatan

C. Energi kisi

D. Energi aktivasi

E. Energi potensial


15

Rumus penentuan ΔH reaksi menggunakan data energi ikatan adalah ....

A. ΔH = ΣE ikatan terbentuk − ΣE ikatan putus

B. ΔH = ΣE ikatan putus − ΣE ikatan terbentuk

C. ΔH = ΣE ikatan putus × ΣE ikatan terbentuk

D. ΔH = ΣE ikatan putus + ΣE ikatan terbentuk

E. ΔH = ΣE ikatan terbentuk ÷ ΣE ikatan putus


16

Reaksi pembakaran bahan bakar seperti kayu atau gas LPG merupakan salah satu contoh reaksi ....

A. Endoterm

B. Eksoterm

C. Netralisasi

D. Hidrolisis

E. Adisi


17

Reaksi antara kristal barium hidroksida oktahidrat dan amonium klorida yang menyebabkan penurunan suhu wadah merupakan contoh reaksi ....

A. Eksoterm

B. Endoterm

C. Eksplosif

D. Fermentasi

E. Oksidasi


18

Diagram yang menggambarkan tingkat energi reaktan dan produk dalam suatu reaksi kimia disebut diagram ....

A. Fase

B. Tingkat energi

C. Orbital

D. Alir proses produksi

E. Venn


19

Pada diagram tingkat energi reaksi eksoterm, posisi energi produk berada ... dibanding energi reaktan.

A. Lebih tinggi

B. Lebih rendah

C. Sama tinggi

D. Tidak dapat ditentukan

E. Selalu nol


20

Jika suatu reaksi berlangsung melalui dua tahap dengan ΔH1 dan ΔH2, maka menurut Hukum Hess, ΔH reaksi total adalah ....

A. ΔH1 − ΔH2

B. ΔH1 × ΔH2

C. ΔH1 + ΔH2

D. ΔH1 ÷ ΔH2

E. Rata-rata ΔH1 dan ΔH2



7. Refleksi dan kesimpulan : 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reaksi redoks

Aldehida dan keton

Aldehida dan keton