Praktikum asam basa

   1 . Identitas :

  • Nama Guru       : Desi Amalia, S. Pd, Gr.
  • Mata Pelajaran  : Kimia
  • Kelas                 : XI A1 dan A4
  • Pertemuan         : Minggu ke 5
2. Materi  : Praktikum asam basa
3. Capaian Pembelajaran  :  Pada akhir fase F, Peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami perhitungan kimia, sifat, struktur dan interaksi partikel dalam membentuk berbagai senyawa termasuk pengolahan dan penerapannya dalam keseharian; memahami konsep laju reaksi dan kesetimbangan reaksi kimia; memahami konsep larutan dalam keseharian; memahami konsep termokimia dan elektrokimia; memahami kimia organik termasuk penerapannya dalam keseharian. Konsep-konsep tersebut memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.
4. Tujuan Pembelajaran  : 
Tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran ini adalah, 


Setelah mengikuti praktikum ini, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi permasalahan nyata yang berkaitan dengan sifat asam dan basa dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menentukan sifat asam, basa, atau netral suatu larutan berdasarkan hasil pengamatan indikator.

3. Menganalisis data hasil praktikum untuk memecahkan permasalahan yang diberikan.

4. Menyajikan hasil diskusi dan menarik kesimpulan secara logis dan ilmiah.

5. Metode Pembelajaran  : Inkuiri terbimbing

6. Pengembangan Materi  : 
     Materi : 

Permasalahan:

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan berbagai larutan seperti cuka, sabun, air jeruk, dan air mineral. Namun, tidak semua orang mengetahui sifat asam atau basa dari larutan tersebut. Ketidaktahuan ini dapat menyebabkan kesalahan penggunaan, misalnya mencampur bahan pembersih tertentu yang dapat berbahaya.

Pertanyaan Pemantik:

- Bagaimana cara mengetahui sifat suatu larutan tanpa mencicipinya?

- Mengapa penting mengetahui sifat asam dan basa suatu bahan?

 

 

 DASAR TEORI

Asam dan basa merupakan zat yang memiliki sifat khas ketika dilarutkan dalam air. Larutan asam umumnya memiliki rasa masam dan dapat mengubah warna indikator tertentu, sedangkan larutan basa memiliki rasa pahit dan terasa licin. Untuk mengidentifikasi sifat suatu larutan, digunakan indikator asam basa seperti kertas lakmus merah dan biru, indikator universal, atau indikator alami.

 


ALAT DAN BAHAN:

Alat:

a)      Gelas kimia

b)      Label

c)      Pipet tetes 12 buah

d)      Plat tetes

Bahan :

a)     Kertas lakmus merah 11 helai

b)    Kertas lakmus biru 11 helai

c)     Air Kunyit

d)    Bunga telang

e)     Indikator universal

f)     Indikator fenolftalein

g)    Air suling

h)    Air kapur

i)      Air sabun

j)      Air jeruk nipis

k)    Asam jawa

l)      Larutan HCL

m)   Larutan CH3COOH

n)    Larutan H2SO4

o)    Larutan NaOH

p)    Larutan NH4OH

q)    Larutan NaCl

 


LANGKAH KERJA

a)        Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

b)        Menyiapkan plat tetes dan pastikan plat tetes bersih.

c)        Beri label nama sampel yang akan diuji pada bagian luar (di samping) cekungan plat tetes

d)        Meneteskan masing-masing larutan ke dalam cekungan plat tetes yang sudah sesuai label, teteskan cukup 1-3 tetes setiap larutan.

e)        Pengujian Lakmus Merah : Mengambil potongan kecil kertas lakmus merah lalu mencelupkan potongan kertas lakmus merah pada setiap cekungan yang berisi larutan. Pastikan potongan lakmus terbasahi oleh larutan. Kemudian mengamati perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus merah di setiap larutan.

f)         Pengujian Lakmus Biru : Mengambil potongan kecil kertas lakmus biru lalu mencelupkan potongan kertas lakmus biru pada larutan di setiap cekungan. Kemudian mengamati perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus biru di setiap larutan.

g)        Pengujian menggunakan air kunyit : Menyiapkan larutan uji dalam plat tetes, kemudian menambahkan 2–3 tetes air kunyit ke dalam larutan tersebut dan mengaduknya secara perlahan. Perubahan warna yang terjadi diamati untuk menentukan sifat larutan.

h)        Pengujian indikator bunga telang  : Memasukkan larutan uji ke dalam plat tetes, kemudian menambahkan 2–3 tetes ekstrak bunga telang dan mengaduknya secara perlahan. Perubahan warna yang dihasilkan digunakan untuk menentukan sifat larutan.

i)          Pengujian dengan indikator fenolftalein : Menyiapkan larutan uji dalam tabung reaksi, kemudian menambahkan 2–3 tetes indikator fenolftalein ke dalam larutan. Perubahan warna yang terjadi diamati untuk menentukan sifat larutan.

j)          Pengujian indikator universal : Menyiapkan larutan uji di dalam gelas kimia, kemudian kertas indikator universal dicelupkan ke dalam larutan atau ditetesi indikator universal cair sebanyak 2–3 tetes. Setelah itu, perubahan warna yang terjadi diamati dan dibandingkan dengan skala warna pH indikator universal.

k)        Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

 

TABEL HASIL PENGAMATAN

 

A.  Perubahan warna larutan

No

Nama Larutan

Lakmus Merah

Lakmus Biru

Indikator Kunyit

Indikator Bunga Telang

Indikator Fenolftalein

Sifat Larutan

(Asam/Basa/Netral)

1

Air suling

 

 

 

 

 

 

2

Air jeruk nipis

 

 

 

 

 

 

3

Air sabun

 

 

 

 

 

 

4

Larutan HCl

 

 

 

 

 

 

5

Larutan NaOH

 

 

 

 

 

 

6

Larutan CH₃COOH

 

 

 

 

 

 

7

Larutan NaCl

 

 

 

 

 

 

8.

Larutan H2SO4

 

 

 

 

 

 

9.

Air asam jawa

 

 

 

 

 

 

10.

Air Kapur

 

 

 

 

 

 

11.

Air soda kue

 

 

 

 

 

 

 

B.  Rentang pH dan Sifat larutan

No

Nama Larutan

Rentang pH (Berdasarkan Trayek pH)

 Sifat Larutan

 (Asam/Basa/Netral)

1

Air suling

 

 

2

Air jeruk nipis

 

 

3

Air sabun

 

 

4

Larutan HCl

 

 

5

Larutan NaOH

 

 

6

Larutan CH₃COOH

 

 

7

Larutan NaCl

 

 

8.

Larutan H2SO4

 

 

9.

Air asam jawa

 

 

10.

Air Kapur

 

 

11.

Air soda kue

 

 

ANALISIS DATA

 

1.   Identifikasi larutan yang bersifat asam, basa, dan netral berdasarkan data.

 

 

 

 

 

 

2.   Hubungkan hasil praktikum dengan permasalahan yang telah diberikan di awal.

 

 

 

 

 

 

 

 


3.    Larutan manakah yang bersifat asam? Jelaskan alasanmu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


4.   Larutan manakah yang bersifat basa? Jelaskan alasanmu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


5.   Apakah terdapat larutan yang bersifat netral? Sebutkan.

 

 

 

 

 

 


6.   Tuliskan reaksi ionisasi dari larutan-larutan sampel tersebut.

 

 

 

 

 

 

 


KESIMPULAN

 

Tuliskan kesimpulan dari hasil praktikum yang telah dilakukan berdasarkan data pengamatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


REFLEKSI DAN EVALUASI PEMBELAJARAN

 

1.   Apa solusi yang dapat kamu berikan berdasarkan hasil praktikum terkait permasalahan awal?

 

 

 

 

 

 

 

 

2.   Mengapa kertas lakmus dapat digunakan untuk mengidentifikasi asam dan basa?

 

 

 

 

 

3.   Apa perbedaan sifat larutan asam dan basa yang kamu temukan dalam praktikum ini?

 

 

 

 

 

 

 

Catatan: Kerjakan LKPD ini dengan teliti dan jujur sesuai hasil pengamatan yang diperoleh.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi-kisi sts kimia

KISI-KISI STS KIMIA KELAS XI

kisi -kisI SAT KIMIA kelas X