ikatan kimia dan bentuk molekul
1 . Identitas :
- Nama Guru : Desi Amalia, S. Pd, Gr.
- Mata Pelajaran : Kimia
- Kelas : XI C1
- Pertemuan : Minggu ke 11
Peserta didik mampu:
|
IKATAN KIMIA
Perhatikan dua contoh senyawa berikut. “ C18H24O6
dan C19H28O6 “ “Apa yang membedakan kedua
senyawa itu?” Tentunya Jumlah atom C dan atom H. Kedua senyawa tersebut adalah
dua senyawa yang berbeda.

Gambar 1. Struktur hormon estrogen pada wanita (Sumber:
belajaraktif.com)
Yang pertama adalah estrogen yaitu hormon
yang bertanggung jawab atas sifat kewanitaan. Sedangkan yang kedua adalah
testosteron yaitu hormon yang bertanggung jawab atas sifat kelaki-lakian. Hal
yang menarik di sini adalah adanya interaksi antara C, H, O yang sedikit beda
jumlah atom bisa menyebabkan perbedaan jenis kelamin. Mirip, tapi sama sekali
berbeda, bukan? Bayangkan! ikatan kimia antar 118 atom unsur dalam SPU bisa
menghasilkan berapa milyar senyawa yang berbeda? Mengapa mereka saling
berinteraksi? Bagaimana mereka saling berinteraksi? Yuk ikutin pembahasan
ikatan kimia pada modul ini, semangat …!
1. Kestabilan unsur-unsur
Unsur-unsur dialam umumnya tidak stabil sehingga ditemukan dalam
bentuk senyawanya. Atom-atom unsur tersebut saling berikatan membentuk molekul
unsur atau molekul senyawa, untuk mencapai keadaan yang lebih stabil. Gas mulia
merupakan unsur golongan VIII A dan bersifat inert. Hal ini karena gas mulia
sulit bereaksi dengan atom unsur lainnya. Di alam, gas mulia berada sebagai
atom tunggal. Atom-atom gas mulia bersifat stabil karena kulit terluarnya
terisi penuh oleh elektron. Perhatikan Tabel 1 konfigurasi elektron gas mulia.
Tabel 1. Konfigurasi elektron beberapa unsur gas mulia

G.N. Lewis (Amerika) dan W. Kossel (Jerman) menjelaskan bahwa
kestabilan suatu atom unsur dalam ikatan kimianya, terkait dengan upaya atom
unsur tersebut untuk memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat.
- Dikemukakan bahwa jumlah elektron pada kulit terluar dari dua atom
yang berikatan akan berubah sedemikian rupa sehingga konfigurasi elektron kedua
atom tadi sama dengan konfigurasi elektron gas mulia yaitu mempunyai 8 elektron
pada kulit terluarnya. Pernyataan ini disebut aturan oktet
- Unsur-unsur dengan nomor atom kecil seperti H dan Li, stabil dengan
2 elektron valensi seperti He, disebut aturan duplet
Aturan duplet : konfigurasi elektron stabil dengan 2 elektron pada
kulit terluar.
Aturan oktet : konfigurasi elektron stabil dengan 8 elektron pada
kulit terluar
Suatu atom dapat mencapai kestabilan konfigurasi elektron gas mulia dengan
cara melepaskan elektron, menangkap elektron, atau berbagi elektron.
Contoh:
-
Unsur
natrium, 11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1
, mempunyai elektron valensi satu, sesuai kaidah oktet unsur ini akan stabil
dengan cara melepaskan 1e tersebut membentuk ion Na+
Na → Na+ + e
1s2
2s2 2p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne
)
-
Unsur
13Al : 1s2 2s2 2p6 3s2
3p1 , mempunyai elektron valensi tiga, sesuai kaidah oktet unsur ini
akan stabil dengan cara melepaskan 3e tersebut membentuk ion Al3+ .
Al → Al3+ + 3e
1s2
2s2 2p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne
)
-
Unsur
8O : 1s2 2s2 2p4 , mempunyai
elektron valensi 6, sesuai kaidah oktet unsur ini akan stabil dengan cara
menyerap 2e membentuk ion O2-
O + 2e → O2–
1s2
2s2 2p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne
)
-
Unsur
17Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2
3p5 , mempunyai elektron valensi 7, sesuai kaidah oktet unsur ini
akan stabil dengan cara menyerap 1 elektron membentuk ion Cl–
Cl + e → Cl–
1s2
2s2 2p6 3s2 3p6 ( sama dengan
konfigurasi elektron 18Ar )
Jadi unsur logam akan melepaskan elektron
valensinya membentuk ion positif (+), sedangkan unsur nonlogam akan menangkap
elektron membentuk ion negatif (-)

Pada saat atom-atom membentuk ikatan,
hanya elektron-elektron pada kulit terluar yang berperan yaitu elektron
valensi. Elektron valensi dapat digambarkan dengan struktur Lewis yaitu lambang
kimia suatu atom atau ion yang dikelilingi oleh titik-titik elektron valensi.
Coba cermati tabel berikut :
Tabel 2. Struktur Lewis unsur-unsur
golongan utama (Sumber : Setiyana, 2015)

Contoh soal
Gambarkan simbol Lewis untuk atom 17Cl,
8O dan 11Na !
Jawab
|
Unsur |
Konfigurasi
elektron |
Elektron
valensi |
Rumus lewis |
|
17Cl |
1s2
2s2 2p6 3s2 3p5 |
7 |
|
|
8O |
1s2
2s2 2p4 |
6 |
|
|
11Na |
1s2
2s2 2p6 3s1 |
1 |
|
2. Pembentukan ikatan ion
Ikatan
ion atau elektrovalen umumnya terbentuk antara atom logam dan non logam. Hal
ini terjadi karena atom unsur logam cenderung melepas elektron membentuk ion
positif (+) dan atom unsur non logam cenderung menangkap elektron sehingga
membentuk ion negatif (-). Ikatan antara
ion positif dengan ion negatif melalui gaya elektrostatis disebut ikatan
ion. Perhatikan gambar berikut:

Gambar
1. Unsur-unsur pembentuk anion dan
kation (Sumber : Masterton, Hurley,
2010)
Contohnya
a. Senyawa garam dapur, NaCl , terbentuk dari ikatan ion antara atom Na dengan atom Cl.
-
11Na : 1s2 2s2 2p6
3s1
Na → Na+ + e
-
17Cl : 1s2 2s2 2p6
3s2 3p5
Cl +
e → Cl-
- Ikatan ion
Na+ + Cl- → NaCl
Ilustrasi
pembentukan ikatan ion

b.
Senyawa garam dapur, NaCl , terbentuk dari ikatan ion antara atom Na dengan atom Cl.
-
20Ca : 1s2 2s2 2p6
3s2 3p6 4s2
Ca → Ca2+ + 2e
-
17Cl : 1s2 2s2 2p6
3s2 3p5
Cl +
e → Cl-
-
Ikatan ion
Ca2+ + 2Cl- → CaCl2
Ilustrasi pembentukan ikatan ion

3. Sifat fisis senyawa ion
Sifat
fisis senyawa ion ditentukan oleh gaya elektrostatis yang kuat antara ion
positif dan negatif senyawa tersebut. Dalam fase padat, membentuk struktur
kristal. Contoh Susunan ion-ion Na+
dan Cl- yang membentuk struktur kristal NaCl.
Setiap
ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl- dan setiap ion Cl-
dikelilingi oleh 6 ion Na+.

Gambar 2. Ilustrasi struktur
kristal NaCl (Sumber : Setiyana, 2015)
Beberapa
sifat fisis senyawa ion lainnya adalah :
a. Bersifat keras tetapi rapuh
Jika senyawa ion dikenakan suatu energi, misalnya
dipukul menggunakan palu, lapisan yang terkena pukulan akan bergeser. Ion-ion
yang muatannya sama akan saling menolak. Tolak-menolak antar ion inilah yang
menyebabkan kekuatan ikatan ion akan berkurang sehingga senyawa ion bersifat
mudah rapuh. Perhatikan ilustrasi berikut:

Gambar 2. Ilustrasi sifat
rapuh senyawa ion (Sumber : Setiyana, 2015)
b. Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi.
Ikatan
ion antara kation dan anion sangat kuat.
Untuk memutuskan ikatan ion diperlukan energi yang cukup besar. inilah penyebab
senyawa ion mempunyai titik didih dan titik leleh yang cukup tinggi. Contohnya
: NaCl mempunyai titik leleh 801 oC dan titik didih 1.465 oC.
c. Larut dalam pelarut air, tetapi umumnya tidak larut
dalam pelarut organik.
d. Bersifat konduktor listrik
Tidak
menghantarkan listrik pada fase padat, tetapi menghantarkan listrik dalam fase
cair (lelehannya) atau jika larut dalam air.
1. Pembentukan ikatan kovalen
Ikatan
kovalen terbentuk akibat kecenderungan atom-atom untuk menggunakan elektron
bersama (share elektron) agar memiliki konfigurasi elektron seperti gas
mulia terdekat. Atom-atom yang berikatan
kovalen umumnya adalah antara atom-atom non logam.
Penggunaan
pasangan elektron dalam ikatan kovalen dapat digambarkan dengan struktur Lewis.
Struktur Lewis menggambarkan jenis atom-atom dalam molekul dan bagaimana
atom-atom tersebut terikat satu sama lain.
a. Ikatan kovalen tunggal
Ikatan
kovalen tunggal adalah ikatan kovalen yang melibatkan penggunaan 1 pasangan
elektron (2 elektron) oleh dua atom yang saling berikatan. Contohnya
pembentukan senyawa HCl dan CH4
-
Pembentukan HCl Konfigurasi elektron 1H : 1s1 sehingga elektron valensinya = 1. Untuk
mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah duplet) diperlukan 1
elektron . Konfiguarsi elektron 17Cl : 1s2
2s2 2p6 3s2 3p5 sehingga CI
mempunyai elektron valensi = 7. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil
(sesuai kaidah oktet) diperlukan 1 elektron, maka struktur Lewis pembentukan
HCl

-
Pembentukan CH4
Konfigurasi
elektron 1H : 1s1 sehingga elektron valensinya = 1. Untuk
mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah duplet) diperlukan 1
elektron. 6C : 1s2
2s2 2p2 sehingga
elektron valensinya = 4. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil
(sesuai kaidah oktet) diperlukan 4 elektron, maka struktur Lewis pembentukan CH4

b. Ikatan kovalen rangkap dua dan rangkap tiga
Ikatan
kovalen rangkap dua adalah ikatan kovalen yang melibatkan penggunaan bersama
2 pasangan elektron (4 elektron) oleh
dua atom yang saling berikatan, jika pasangan elektron yang digunakan bersama
sebanyak 3 pasang disebut ikatan kovalen rangkap tiga. Contoh:
-
Pembentukan O2
Konfigurasi
elektron 16O : 1s2 2s2 2p6
3s2 3p4 sehingga
elektron valensinya = 6, untuk mencapai
konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah oktet) diperlukan 2 elektron,
maka struktur Lewis pembentukan O2

-
Pembentukan N2
Konfigurasi
elektron 7N : 1s2 2s2 2p3 sehingga elektron valensinya = 5, untuk
mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah oktet) diperlukan 3
elektron ., maka struktur Lewis pembentukan N2
Contoh
soal
Jelaskan
pembentukan senyawa Cl2 dan CO2 menggunakan struktur lewis!
Jawab
1)
Pembentukan senyawa Cl2
Konfigurasi
elektron 17Cl : 1s2 2s2 2p6
3s2 3p5 sehingga
elektron valensinya = 7, untuk mencapai
konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah oktet) diperlukan 1 elektron,
maka struktur Lewis pembentukan Cl2

2)
Pembentukan CO2
Konfigurasi
elektron 16O : 1s2 2s2 2p6
3s2 3p4 sehingga
elektron valensi-nya = 6, untuk mencapai
konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah oktet) diperlukan 2 elektron.
Konfigurasi elektron 6C : 1s2
2s2 2p2 sehingga
elektron valensinya = 4. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil
(sesuai kaidah oktet) diperlukan 4 elektron, maka struktur Lewis pembentukan CO2

2. Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan
kovalen koordinasi adalah Ikatan kovalen yang pasangan elektron yang digunakan
untuk berikatan hanya berasal dari salah
satu atom. Coba perhatikan contoh pembentukan ikatan kovalen koordinasi pada
ion H3O+ berikut :
-
Reaksi :
H2O + H+ →
H3O+
-
Struktur Lewis :

(Tanda panah, → , menunjukkan pasangan elektron ikatan
kovalen koordinat berasal dari atom oksigen) - Keterangan: Ion hidronium, H3O+
dibentuk dari molekul H2O yang mengikat ion H+ . Pada molekul
H2O, atom oksigen mempunyai dua pasang elektron bebas sedangkan ion H+ tidak mempunyai elektron. Ikatan kovalen koordinasi terbentuk oleh
salah satu pasangan elektron bebas dari oksigen dengan ion H+.
Ikatan kovalen koordinat
terbentuk jika pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu
atom
Contoh
soal:
Jelaskan
bagaimana pembentukan ikatan kovalen koordinasi pada ion NH4+.
Jawab
Reaksi
: NH3 + H+ → NH4+
Ion
NH4+ dibentuk dari
molekul NH3 yang mengikat ion
H+. Pada molekul NH3 atom nitrogen mempunyai sepasang elektron bebas
yang digunakan untuk mengikat ion H+
sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi.
Struktur
Lewis :

(Tanda
panah, → , menunjukkan pasangan elektron
ikatan kovalen koordinat berasal dari atom nitrogen)
3. Sifat-sifat fisis ikatan kovalen
a.
Senyawa kovalen ada yang membentuk struktur molekul sederhana
misalnya CH4 dan H2O, ada juga yang membentuk struktur
molekul raksasa seperti SiO2.
Selain itu ada
atom-atom yang membentuk struktur kovalen raksasa contohnya karbon dalam intan.
b.
Titik didih senyawa kovalen bervariasi, ada yang rendah dan sangat
tinggi.
Tabel 3. Titik didih beberapa
senyawa kovalen (Sumber : Visual encyclopedia)

c. Metana memiliki fase gas, pada
setiap molekulnya terdapat ikatan kovalen yang relatif kuat. Di antara
molekul-molekul CH4 terdapat gaya antarmolekul yang lemah. Pada saat
dipanaskan, masing-masing molekul CH4 mudah berpisah, sehingga titik didih
metana rendah. d. Pada intan, atom C dengan C lainnya berikatan kovalen sangat
kuat, membentuk struktur raksasa sehingga titik didihnya tinggi. Senyawa dengan struktur molekul raksasa tidak
larut dalam air dan tidak menghantarkan listrik kecuali grafit yaitu karbon
pada batu baterai dan isi pensil
4. Ikatan logam
Pernahkan
kalian bertanya mengapa kawat tembaga dapat digunakan sebagai penghantar
listrik dalam kabel? Atau emas, perak dapat digunakan untuk perhiasan dalam
bentuk yang indah? Benarkah semua itu berkaitan dengan sifat ikatan logam? Yuk
simak penjelasan berikut:
Atom
logam mempunyai keelektronegatifan rendah, artinya mereka cenderung mudah
melepaskan elektron terluarnya. Jika atom logam melepaskan elektron maka
terbentuk kation atau ion positif. Elektron-elektron dari atom logam ditemukan
di dalam kisi-kisi logam dan bebas bergerak diantara semua kation, membentuk
lautan elektron. Gaya
elektrostatik antar muatan (+) logam dan muatan (–) dari elektron akan
menggabungkan kisi-kisi logam tersebut.
Tarik-menarik
dari kation di dalam lautan elektron yang bertindak sebagai perekat dan
menggabungkan kation-kation disebut ikatan logam.

Gambar 4. Ilustrasi ikatan
logam
Beberapa
sifat fisis logam antara lain:
-
Penghantar listrik dan panas yang baik Elektron yang bebas
bergerak pada lautan elektron menyebabkan logam dapat menghantarkan listrik,
sehingga logam banyak digunakan sebagai penghantar listrik dalam kabel.
-
Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi Atom logam
dengan atom logam tersusun rapat membentuk struktur raksasa sehingga logam mempunyai
titik leleh dan kekerasan yang tinggi. Dengan demikian logam banyak digunakan
sebagai penghantar panas.
-
Bersifat keras namun tidak mudah patah Hal ini menyebabkan logam
mudah dibentuk dengan ditempa dan digunakan untuk perhiasan atau pajangan dengan
bentuk yang indah
Komentar
Posting Komentar